Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Curhat buat teman

 Di perjalanan singkat, kita dipertemukan waktu. Bukan lagi kisah aku dan kau tapi kita semua. Dua, tiga, empat minggu dan terus berlanjut, semuanya damai mengalir terasa baik-baik saja, semuanya dapat aku terima, dapat kalian terima, dapat kita terima. Tak sekejap kita dalam ruang yang sama sampai canggung memudar.  Hingga ku dengar kembali syair sumbang yang lama tak terdengar, ku kira sudah hilang, ternyata hanya tertutup kabut.  Apa sulit untuk memahami ucapku? Apa tak cukup fasih aku melontarkanya? Aku menghargai setiap hubungan, bahkan permusuhan sekalipun aku tak akan mendustakanya. Kalian yang membuat "kita" terdengar seperti "teman". Cerita hidup bukan yang jarang lagi, lumrah tuk menjadi gurauan. Awalnya dari curahan hati seperti itu, lalu kemudian kalian mulai mengacuh tak acuhkan ku, lama-lama keberanian kalian berkata cemburu. Itu yang sulit untuk dihargai saat kalian tidak bisa menghargai poin satu.  Klise. Semuanya seperti rotasi bumi, berputar...

Sejarah

     Menapaki tiap langkah dalam sejarah, melebar dalam ruang.. memanjang bersama waktu. Setiap detak dan detiknya, setiap langkah dan tingkahnya adalah notasi dari irama sejarah yang kau alunkan, adalah kubus dari rubik yang kau pecahkan.      Seringkali kutipanya marasuk  tuk merusak, dia bilang jangan sekali-kali melupakan sejarah namun filosofinya jangan selalu meihat spion, lihat lah sekali-kali agar kau tak menabrak.      Sejarah begitu terasa unik saat nalar tak lagi berlogika, semua hanya terjadi satu kali. Pertemuan yang singkat, tatapan yang dalam, harapan atas mimpi, angan sampai kelangit.. bahkan hilangnya sebuah harap sampai pupusnya sebuah mimpi.      Dalam fakta indah sang pemimpi pasti pernah sekali merasa ingin terhenti, menikmati setiap celah langit yang menghatar cahaya surya, membunuh waktu yang seolah menatap enggan. Ilham terasa menepi, ia beristirahat dari berbagai rasa ilmiahny...

Goresan tinta

Gambar
 Kau bercerita, menceritakan keluh kesahmu, kau luapkan kesedihan, kutanya mengapa? tapi kau hanya berkata "aku percaya padamu" Kau tunjukan sisi lain dirimu yang tak seorangpun tau, kutanya mengapa? tapi kau menjawab "hanya kau yang dapat menerimaku" Kau menangis dan bersandar di bahuku memintaku tuk tenang sejenak dan mendengarkan, kutanya mengapa? tapi kau jawab "kau saja yang mampu mengerti" Tersentak aku, tertegun heran, sedalam itu kah sebuah kepercayaan? walau waktu masih dapat terhitung sejak kita kenal.   Kepercayaan yang teramat dalam, kau libatkan aku dalam sejuta perkara hidup. Ku tak peduli karena kini aku bahagia,ku pikir kau tulus, ku pikir kau jujur, ku pikir memang hanya aku yang kau butuhkan semua logika ku bukan tak berdasar, semua karena bahkan tanpa segan kau berdiri di pihakku, di depan kekasihmu.  Benar begitu adanya cerita lama dari dua manusia yang kini tak saling kenal, tak apa.. aku tau kita bukan teman tapi kita juga bukanl...

Manusia muda

 Manusia muda berjalan setapak demi setapak di permukaan bumi yang bahkan tak nampak tersenyum padanya. Diri di dalam dirinya selalu bimbang, akankah penantian menemukan pertemuan? bisakah proses mencapai hasil? ataukah mungkin kerja keras tidak akan mengecewakan masa depan? Hidupnya dalam batas pendewasaan diri, mencari tujuan hidup yang berarti.  Bertahan di tengah badai, berjalan di bebatuan kasar, berpendirian di banyak persimpangan jalan. Telah ia lalui beribu pasal hidup yang tak jarang terlanggar, hari demi hari ia bersabar dalam ketekunan yang berakhir pada titik tak beraturan, tentang apa yang tertanam dalam benaknya. Berpikir telah hadirnya ketidakadilan dalam satu hari yang dapat mencoret pribadinya, merobek asanya, membunuh jiwanya, mengubur penuh kepercayaan yang ia tanggung di pundak.  Manusia muda sang penjelajah hidup yang awam, dituntut hidup berseri saat dunia memusuhi. Hidup belangsung seperti air, mengalir dan antar molekulnya saling terpencar na...

Kertas kosong

Ku pikir semuanya selesai begitu saja melewati batas waktu yang tak dapat kita kira, menghapus semua bayang kelam, tak terhitung malam berlalu bersamanya.  Sesaat kau tampak bergurau dengan kawanmu, begitu pula aku. Tak tau angin darimana datangnya hingga kita saling bertatapan walau tawa bukan maksudnya. Taukah kau betapa canggungnya sikapku? Kau berlalu bersama angin dan tinggal aku yang masih terpaku.  Yang ku tau cinta itu layaknya kertas kosong, pada mulanya begitu bersih sampai kita memulai tuk menceritakanya, lalu saat ceritanya terasa tak seirama lagi maka kita akan menghapusnya dan menulis cerita baru, tapi kasih.. sebersih apapun cerita itu terhapus, kertas itu tak baru lagi, kau tau tetap akan ada bayang dari kata yang membekas. Ku pikir cinta pun begitu, kita tidak akan bisa melupakan seolah-olah yang pertama tak pernah ada.  Kau tau artinya apa? Cinta tidak akan pernah selamat tinggal saat kau meninggalkanya, ia selalu sampai jumpa.

Ruang waktu

 Mengapa kita harus selalu bersama bila rindu terasa syahdu? mengapa kita berusaha saling menyapa bila terdiam lebih terasa mendalam? bukankah diammu dapat berkata-kata, hingga ku dengar setiap syair yang kau pugar.  Selama ini kuberpikir, siapa dirimu? dan aku ini siapa? tapi saat malam datang, kau berikan penjelasan dari setiap ketidakjelasan ini. Ketidakjelasan yang mengatasnamakan kasih sayang, namun begitu semu. Jalan panjang tak berujung ini mungkin hanya belum ku temukan ujungnya, karena apa? karena kau selalu bernegasi atas semua bait yang kau ungkap.  Sebelum semua ini menjemukan untukmu untukku, kutiplah satu bintang beri padaku agar dapat ku kira seberapa pantas kita di pentas panggung skenario tuhan ini.  Benar ku mendamba rindu yang indah, namun saat di mana bahkan kau tak menoleh rindu ini begitu menyiksa. bukankah sudah cukup jarak tuk kita bergerak atau kau masih membutuhkan lebih banyak udara tuk kita bicara? berapa banyak lagi waktu yang kau ...

Saat pelangi muncul

 Kelam dosa seorang manusia, menghampiri dan menjilati, terjadi tanpa di sadari, bertambah bersama hari. Kini jalan menjurus dalam sebuah problema hidup, saat melangkah adalah salah tetapi mundur adalah salah besar dan diam adalah penyesalan.  Mulai merangkak dan merenungkan setiap detiknya. Aku mulai membuka jalan keluarnya, dari pertanyaan yang membawaku dalam kemunafikan. Saat dimana kau berlari dan aku berkata tak peduli, sesungguhnya aku bersembunyi di balik setiap langkah kakimu. Menelusuri setiap jengkal yang tertinggal.  Aku di dalam pertanyaan tak terjawab, dalam bimbang yang kelabu. Banyak perasaan tlah ku korbankan tuk menjelaskan fakta dari cerita yang nyata, bahwa aku selalu ada. Tak percaya dan membuang pandangan, itu kesan yang kau beri, ku tau kekecewaan tak mudah hilang. Hujan begitu deras dalam hatiku terus semakin deras setiap kita dalam detik yang sama.  Terbuangnya perasaan akan kemunafikan, ku rasa darah tlah terbayar darah walau waktu sel...

Kucing yang tersesat

 Beranjak dari tidur lelapku, sejenak matahari terasa tak bersinar tapi ternyata hanya aku yang belum sadar.  Kau melewati batasanmu dan kau tentukan batasanku. Herannya kau selalu menertawakanku tapi tak pernah kau tanggapi saat aku tertawa atasmu. Kau tak bisa ku terka, kau mudah berubah kadang aku merasa menjadi yang paling dekat denganmu dan tak lama aku bagai kucing yang tersesat. Aku tau tujuanku, tapi aku tak tau kemana kakiku harus melaju. Jalan seolah terlalu bercabang untuk kupilih salah satu.  Kau begitu dingin hingga tak terbaca, kau begitu tinggi hingga sulit ku gapai bahkan kau terlalu hangat hingga ku rasa tak pantas dan kau amat pemalu tuk kupuji.  Gerak jemari, laju langkah kaki, tampak gestur berani. Itu semua yang membuatku mangenalmu, namun kau tinggalkan aku saat kau berlalu. Kini kucing kecil yang benar-benar tersesat takkan dapat kembali lagi, ia sudah dibuang.  Bagai kucing yang tersesat, saat aku tak dapat temui jalan, bahkan ta...

Bintang jatuh

 Kelam langit berhias bintang, semua orang tau bahwa bintang menyimpan kenangan, memoriku akan mu yang baru saja siang tadi terjadi dapat kurasakan perasaan itu sekali lagi saat ini. Kau buat mereka menuntun langkah ini menuju ruang gelap tempat kau berada, kau buat mereka menurutimu. Tak puas kau ku disampingmu dan kau katakan sumpah perasaanmu dengan tanya untuku sebagai pendamping setiap langkahmu, tak hanya aku yang rasa, kuyakin kau pun tau ruang ini terlalu gelap untuk aku menjawab sebuah pertanyaan.  Kali ini ku akui tanpa kemunafikan bahwa sang bintang jatuh sedang berada di pihakmu, kau berhak atas keberuntunganmu yang membuat aku tak dapat tuk menolakmu, tapi jika jujur lebih baik untukmu, coba dengar aku, dengar dengan perasaan bahagiamu yang positif, tak pernah mau aku kehilangan dirimu, ku ingin terus bersamamu sebagai seorang teman yang baik, karena cukup bahagia bagiku berteman denganmu.  Jingga emosinya buatku mengerti tak seharusnya kudenganmu, tak satu ...

Berlari tanpa meninggalkan jejak

     Merdu senandung, membuat hati terpasung. Telah terbiasa diri mendengarnya, terasa tenang hati bila di dekatmu. Seperti obat 3x1 hari, senandungmu teramat butuh 'tuk kudengar. Seperti ketergantungan, sulit kujalani hari tanpa alunan senandungmu. Kau berhasil buatku bergantung dan jadi mencintaimu. Kau tahu cara 'tuk memertahankan seseorang.       Aku tau pasti, hari untuk berpisah denganmu pasti datang walaupun aku tak pernah tahu bila akan secepat ini. Kau bahkan telah siap tuk pergi dengan senyum di bibir. Justru aku yang tak relakan kau pergi atas perasaanku yang semakin memburuk, membayangkan seluruh detik hidupku tanpa nada-nada darimu. Kuhitung tiap langkah kaki saat kau pergi dan aku merasa amat rindu walau kau masih dihadapanku, walaupun kau berlari begitu cepat dan terus semakin cepat sampai hilang punggungmu, kau berlari lebih cepat di sisi lain pantai ini hingga ombak berderu dan menghapuskan jejak kakimu. Kau berlari...

Langit senja

     Hamparan pasir pantai nan halus menyapa setiap langkah kaki yang terkadang terbasuh air laut. Semua karya tuhan ini membuat ingatanku kembali bahwa kita pernah disini membuat peta kita sendiri, walau kini hanya aku sendiri yang bersama kenangan ...      Waktu tak selama yang kau kira, dan kesalahan terbesarmu adalah bahwa kau selalu merasa masih memiliki waktu. Jika kau bisa melihatku, kau akan tau betapa pilunya hati saat harus teringat semua ini, sayangnya kau tak disini. Sejak pagi tadi aku ditemani ribuan wajah orang-orang yang membuat kenangan di tempat kita, tapi aku justru berjalan melawan arus, melewati segala yang menjadi kenangan.       Jika kau disini pasti mereka terbungkam dan hanya menatap kita yang berlari, bercerita, bermain, berkuda dan berenang bebas dengan tawa yang tulus.      Aku tak pernah marah, kecewa atau pun membencimu atas kebohonganmu yang berkata bahwa kau selalu baik-baik saja, yan...

Saat langit gelap

     Ketukan irama langkah kaki yang sama, saat aku sibuk dengan yang lain, masih dapat kudengar setiap langkah kaki yang tidak asing ini, seolah aku telah bersama langkah ini begitu lama. Meski bayangmu masih belum sampai, tapi aku sudah dapat melihatnya. Kau bintang yang bersinar terang, yang dulu selalu terangi malamku, menenggelamkan bintang lain dalam cahayamu. Lama mulutku tak bersuara, dan kini kau kembali lagi. Kau berbeda jauh, tak serupa masa lalu.       Terkadang kita harus mengerti bahwa di waktu yang sama, tempat yang sama, dan ketukan yang sama, belum tentu ada orang yang sama. Masih di sekolah, pukul 09.15 saat dulu kau bersamaku, membuat setiap hariku bersinar. Kini kau telah dewasa, kau telah berpikir dengan caramu sendiri, bahkan kau sudah tak memerlukan saranku. Dalam benakku selalu tertulis larik tanya. Apakah kau masih sahabatku? Ataukah ini akhir ceritanya?      Dulu, saat mengejar truk pembawa pasir...

Nila & Jingga

     Kala mulut tak lagi bersuara, kala cahaya mata tak lagi dapat menggambarkan betapa dalamnya sebuah perasaan. Tangis dan tawa, lebih dari itu perwujudan ekspresi terdalam manusia. Tak banyak yang tau saat aku harus menenggelamkan kepalaku ke air sebelum aku berteriak, tak ada yang tau berapa tebal roti yang menyumpal mulutku saat aku menangis tersedu bahkan mereka tak tau berapa lengan yang harus menutup mulutku saat aku tertawa. Bahkan kau terlalu egois untuk mengerti satu dari itu. Kau hanya selalu berpikir bisa lakukan yang kau mau, tapi semua itu justru membuatku ragu, siapa kau?       Aku pernah berjanji buktikan semuanya salah, semua opinimu. Sedang kau berjalan pada jam ke lima menghampiriku di batas waktu. Aku tak ingkar janji, dan kini kau labil kah atau sedang bermetamorfosis? Di batas waktu, kini kita t'lah bersama dengan aku sebagai dalangnya dan aku beritahukan "saat ini langit mulai terang dan tak ada yang tau, malam atau si...

Manusia di persimpangan

     Berapa jauh lagi kaki tak beralas itu harus berjalan? Berapa lama lagi dahaga harus ia tahan? Berapa banyak lagi keringatnya harus mengalir karena tersengat sang surya?      Manusia di persimpangan itu, haruskah ia duduk membeku? Menyapa setiap pengguna jalan dan menyampaikan bait bagi pemberi duit. Tinggi tak sampai, rendah t'lah tenggelam. Wajah menunduk, tangan menampan, potret manusia tua di persimpangan. Daya tak ada, keluarga t'lah tiada. Hilang harap masa mudanya dari lingkar emas atas nama negara di kalungnya.       Manusia tua telah di persimpangan. Melihatnya tak kuasa, membantunya tak punya kuasa. Hukum melarang namun negara tak pelihara. Wahai manusia setengah dewa, kau di puja kau diturut. Apa masih bisa kita melihat mereka yang renta tak berdaya, tapi tak bisa membantu karena hukum yang buntu? Berilah mereka, jika kami tak di beri kuasa atau hargai mereka atas apa yang ada pada mereka tanpa kami turut m...