Goresan tinta
Kau bercerita, menceritakan keluh kesahmu, kau luapkan kesedihan, kutanya mengapa? tapi kau hanya berkata "aku percaya padamu" Kau tunjukan sisi lain dirimu yang tak seorangpun tau, kutanya mengapa? tapi kau menjawab "hanya kau yang dapat menerimaku" Kau menangis dan bersandar di bahuku memintaku tuk tenang sejenak dan mendengarkan, kutanya mengapa? tapi kau jawab "kau saja yang mampu mengerti" Tersentak aku, tertegun heran, sedalam itu kah sebuah kepercayaan? walau waktu masih dapat terhitung sejak kita kenal.
Kepercayaan yang teramat dalam, kau libatkan aku dalam sejuta perkara hidup. Ku tak peduli karena kini aku bahagia,ku pikir kau tulus, ku pikir kau jujur, ku pikir memang hanya aku yang kau butuhkan semua logika ku bukan tak berdasar, semua karena bahkan tanpa segan kau berdiri di pihakku, di depan kekasihmu.
Benar begitu adanya cerita lama dari dua manusia yang kini tak saling kenal, tak apa.. aku tau kita bukan teman tapi kita juga bukanlah musuh, kita hanya orang asing dengan beberapa kenangan. Goresan tintanya telah memudar seiring kekecewaanku padamu atas kemunafikan untaian kata kau pria, fakta yang ada berbeda dari cerita, cerita semua manusia dalam jenismu tak pernah dapat dipercaya. Faktanya mereka yang mengaku temanmu bercerita mengistimewakan dirinya seolah serupa dengan apa yang ku rasa, karena kini ku tau tak ada yang istimewa, kau perlakukanku sama. Aku mengerti kepercayaan tak sama, tak sedalam, tak seperti yang terlihat.
Kecewa? itu hal yang pasti mengikuti dari setiap pikiran yang dangkal dan kau pikir apa lagi yang lebih mengecewakan dari kehilangan kepercayaan atau mungkin hal yang kita anggap sebuah keistimewaan dari seseorang yang pernah kita anggap sahabat?
Banyak waktu tlah ku habiskan tapi tak berarti itu tak berguna, ku pikir aku hanya tak dapat, tak mampu dan tak cukup usaha tuk membantumu. Tapi aku tlah belajar tuk menahan emosi dan tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi perkara hidup yang bersimpul rumit ini.
Semua tinggal cerita lama yang telah ku bingkai dalam album amnesia dan kau pun telah pecahkan tinta hingga tumpahanya menutupi kisah lama kita, menggores kenangan fatamorgna. Ku tau kau takkan menyesal, saat goresan tintaku tlah kau hapus dan ku bagi tau untukmu, tak perlu kau hapus karena tinta kan memudar bersama waktu. Jadi saat ini, saat kau merusaknya.. aku bahkan tlah siap tuk membuangnya karena tak ada harga yang lebih mahal diatas kesetiaan dan kepercayaan seseorang yang bahkan tak mengerti bagaimana darah mengalir dalam tubuhmu. Tapi kini, kau telah cukup untuk kehilanganya.
Belajarlah dari apa yang terjadi kali ini, ku tau kau pasti mengulangnya.
Kepercayaan yang teramat dalam, kau libatkan aku dalam sejuta perkara hidup. Ku tak peduli karena kini aku bahagia,ku pikir kau tulus, ku pikir kau jujur, ku pikir memang hanya aku yang kau butuhkan semua logika ku bukan tak berdasar, semua karena bahkan tanpa segan kau berdiri di pihakku, di depan kekasihmu.
Benar begitu adanya cerita lama dari dua manusia yang kini tak saling kenal, tak apa.. aku tau kita bukan teman tapi kita juga bukanlah musuh, kita hanya orang asing dengan beberapa kenangan. Goresan tintanya telah memudar seiring kekecewaanku padamu atas kemunafikan untaian kata kau pria, fakta yang ada berbeda dari cerita, cerita semua manusia dalam jenismu tak pernah dapat dipercaya. Faktanya mereka yang mengaku temanmu bercerita mengistimewakan dirinya seolah serupa dengan apa yang ku rasa, karena kini ku tau tak ada yang istimewa, kau perlakukanku sama. Aku mengerti kepercayaan tak sama, tak sedalam, tak seperti yang terlihat.
Kecewa? itu hal yang pasti mengikuti dari setiap pikiran yang dangkal dan kau pikir apa lagi yang lebih mengecewakan dari kehilangan kepercayaan atau mungkin hal yang kita anggap sebuah keistimewaan dari seseorang yang pernah kita anggap sahabat?
Banyak waktu tlah ku habiskan tapi tak berarti itu tak berguna, ku pikir aku hanya tak dapat, tak mampu dan tak cukup usaha tuk membantumu. Tapi aku tlah belajar tuk menahan emosi dan tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi perkara hidup yang bersimpul rumit ini.
Semua tinggal cerita lama yang telah ku bingkai dalam album amnesia dan kau pun telah pecahkan tinta hingga tumpahanya menutupi kisah lama kita, menggores kenangan fatamorgna. Ku tau kau takkan menyesal, saat goresan tintaku tlah kau hapus dan ku bagi tau untukmu, tak perlu kau hapus karena tinta kan memudar bersama waktu. Jadi saat ini, saat kau merusaknya.. aku bahkan tlah siap tuk membuangnya karena tak ada harga yang lebih mahal diatas kesetiaan dan kepercayaan seseorang yang bahkan tak mengerti bagaimana darah mengalir dalam tubuhmu. Tapi kini, kau telah cukup untuk kehilanganya.
Belajarlah dari apa yang terjadi kali ini, ku tau kau pasti mengulangnya.

itu benar!! :v
BalasHapusCerita pribadi Inti juga ya mhehe😄 @
HapusNice ..
BalasHapusOhh,thats good
BalasHapusBagus, pas banget sama perasaan hehe
BalasHapusBagus, pas banget sama perasaan hehe
BalasHapusPas banget sama suasana hati
BalasHapusJadi inget mantan
BalasHapusJadi galau lagiiii
BalasHapusBikin galau
BalasHapusThat's cool banget😍😍😍
BalasHapus