Manusia muda

 Manusia muda berjalan setapak demi setapak di permukaan bumi yang bahkan tak nampak tersenyum padanya. Diri di dalam dirinya selalu bimbang, akankah penantian menemukan pertemuan? bisakah proses mencapai hasil? ataukah mungkin kerja keras tidak akan mengecewakan masa depan? Hidupnya dalam batas pendewasaan diri, mencari tujuan hidup yang berarti.

 Bertahan di tengah badai, berjalan di bebatuan kasar, berpendirian di banyak persimpangan jalan. Telah ia lalui beribu pasal hidup yang tak jarang terlanggar, hari demi hari ia bersabar dalam ketekunan yang berakhir pada titik tak beraturan, tentang apa yang tertanam dalam benaknya. Berpikir telah hadirnya ketidakadilan dalam satu hari yang dapat mencoret pribadinya, merobek asanya, membunuh jiwanya, mengubur penuh kepercayaan yang ia tanggung di pundak.

 Manusia muda sang penjelajah hidup yang awam, dituntut hidup berseri saat dunia memusuhi. Hidup belangsung seperti air, mengalir dan antar molekulnya saling terpencar namun masih beraturan, siapa yang tau mereka yang tak berhasil disini adalah manusia adikuasa di masa mendatang. Maka jangan tanyakan "mengapa?" atas hidup yang kau jalani karena itu jalan yang kau pilih.

 Manusia muda makhluk berkarya, titipan bangsa atas masa setelah masa, penampung asa dari jutaan massa, pemeluk dunia dalam kuasa, penerus sejarah yang tlah tertera.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga