Langit senja

    Hamparan pasir pantai nan halus menyapa setiap langkah kaki yang terkadang terbasuh air laut. Semua karya tuhan ini membuat ingatanku kembali bahwa kita pernah disini membuat peta kita sendiri, walau kini hanya aku sendiri yang bersama kenangan ...

    Waktu tak selama yang kau kira, dan kesalahan terbesarmu adalah bahwa kau selalu merasa masih memiliki waktu. Jika kau bisa melihatku, kau akan tau betapa pilunya hati saat harus teringat semua ini, sayangnya kau tak disini. Sejak pagi tadi aku ditemani ribuan wajah orang-orang yang membuat kenangan di tempat kita, tapi aku justru berjalan melawan arus, melewati segala yang menjadi kenangan. 

    Jika kau disini pasti mereka terbungkam dan hanya menatap kita yang berlari, bercerita, bermain, berkuda dan berenang bebas dengan tawa yang tulus.

    Aku tak pernah marah, kecewa atau pun membencimu atas kebohonganmu yang berkata bahwa kau selalu baik-baik saja, yang sebenarnya tidak. Mungkin kesalahanku yang selalu berkata kita dapat mengulangnya setiap waktu tanpa kusadari kita tak punya waktu. Cinta lebih dari sekedar kebersamaan dan ketulusan, kini kutahu cinta juga pengorbanan yang tak terbatas nyawa. 

    Sejauh ini alurnya, dan saat ini langit mulai senja. Sebenarnya langit senja telah mengajarkan bahwa cinta sejati benar- benar perihal kebohongan yang melewati batas, jingga selalu seperti itu. Saat langit senja, kita akan melihat jingga bersama nila, namun saat waktu dengan kasarnya pergi berlalu, hanya nila yang tinggal sendiri dan jingga telah pergi. Jingga selalu berbohong jika dia dapat bertahan. Kemudian yang berulang adalah kenangan, kita tetap bisa bersama dan mengulang kenangan saat langit senja 17.45 datang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga