Manusia di persimpangan

    Berapa jauh lagi kaki tak beralas itu harus berjalan? Berapa lama lagi dahaga harus ia tahan? Berapa banyak lagi keringatnya harus mengalir karena tersengat sang surya?

    Manusia di persimpangan itu, haruskah ia duduk membeku? Menyapa setiap pengguna jalan dan menyampaikan bait bagi pemberi duit. Tinggi tak sampai, rendah t'lah tenggelam. Wajah menunduk, tangan menampan, potret manusia tua di persimpangan. Daya tak ada, keluarga t'lah tiada. Hilang harap masa mudanya dari lingkar emas atas nama negara di kalungnya. 

    Manusia tua telah di persimpangan. Melihatnya tak kuasa, membantunya tak punya kuasa. Hukum melarang namun negara tak pelihara. Wahai manusia setengah dewa, kau di puja kau diturut. Apa masih bisa kita melihat mereka yang renta tak berdaya, tapi tak bisa membantu karena hukum yang buntu? Berilah mereka, jika kami tak di beri kuasa atau hargai mereka atas apa yang ada pada mereka tanpa kami turut meminta.

 Manusia di persimpangan, sisa hidupnya menunggu orang menyimpang.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga