Ruang waktu

 Mengapa kita harus selalu bersama bila rindu terasa syahdu? mengapa kita berusaha saling menyapa bila terdiam lebih terasa mendalam? bukankah diammu dapat berkata-kata, hingga ku dengar setiap syair yang kau pugar.

 Selama ini kuberpikir, siapa dirimu? dan aku ini siapa? tapi saat malam datang, kau berikan penjelasan dari setiap ketidakjelasan ini. Ketidakjelasan yang mengatasnamakan kasih sayang, namun begitu semu. Jalan panjang tak berujung ini mungkin hanya belum ku temukan ujungnya, karena apa? karena kau selalu bernegasi atas semua bait yang kau ungkap.

 Sebelum semua ini menjemukan untukmu untukku, kutiplah satu bintang beri padaku agar dapat ku kira seberapa pantas kita di pentas panggung skenario tuhan ini.

 Benar ku mendamba rindu yang indah, namun saat di mana bahkan kau tak menoleh rindu ini begitu menyiksa. bukankah sudah cukup jarak tuk kita bergerak atau kau masih membutuhkan lebih banyak udara tuk kita bicara? berapa banyak lagi waktu yang kau butuhkan tuk menahan rindu? Penuh khayal dan bayang semu dalam benakmu yang bahkan tak dapat ku kira. Sabar memang tak ada batasnya namun manusia bisa merasakan lelah, hati memang tak dapat berbohong namun jiwa bisa merasa tak kuasa.

 Ada ruang yang belum kau datangi, ruang dimana kau harus belajar tuk menghitung bintang agar kau mengerti betapa mereka yang menghargaimu teramat bersabar tuk dirimu walau senja mereka tanggung di bahu.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga