Saat pelangi muncul

 Kelam dosa seorang manusia, menghampiri dan menjilati, terjadi tanpa di sadari, bertambah bersama hari. Kini jalan menjurus dalam sebuah problema hidup, saat melangkah adalah salah tetapi mundur adalah salah besar dan diam adalah penyesalan.

 Mulai merangkak dan merenungkan setiap detiknya. Aku mulai membuka jalan keluarnya, dari pertanyaan yang membawaku dalam kemunafikan. Saat dimana kau berlari dan aku berkata tak peduli, sesungguhnya aku bersembunyi di balik setiap langkah kakimu. Menelusuri setiap jengkal yang tertinggal.

 Aku di dalam pertanyaan tak terjawab, dalam bimbang yang kelabu. Banyak perasaan tlah ku korbankan tuk menjelaskan fakta dari cerita yang nyata, bahwa aku selalu ada. Tak percaya dan membuang pandangan, itu kesan yang kau beri, ku tau kekecewaan tak mudah hilang. Hujan begitu deras dalam hatiku terus semakin deras setiap kita dalam detik yang sama.

 Terbuangnya perasaan akan kemunafikan, ku rasa darah tlah terbayar darah walau waktu selalu semakin melamban saat ku nanti, tapi yakinku hujan kan reda, pelangi kan muncul. Saat pelangi muncul ku tau kau pasti tau apa yang sebenarnya terjadi dan bumi akan berotasi seolah kau tlah mengerti. Saat pelangi muncul ku yakin semua belum terlambat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga