Hambar

 Imajiku akan semua kaindahan hidup ini mulai memudar secara perlahan, satu persatu cita yang ku harap mulai terlihat keaslianya. Hilang secara berurutan, mimpi yang telah ku susun ternyata hanya sebuah bunga tidur yang tak bisa lagi ku lanjutkan kisahnya.

 Kupikir mereka yang tertipu oleh setiap ucapku tapi kuingat kembali dan coba membawa fakta ternyata akulah yang tertipu oleh kebohonganku, mata yang tertutup oleh tawa palsu mereka yang bahkan masih sulit ku bedakan.

 Setidaknya jika tak ada lagi yang bisa ku dapatkan, jika tak ada lagi yang dapat kurasakan, jika tak dapat lagi kulakukan hal yang ku inginkan. Aku masih dalam mimpi tuk menikmati aroma kehidupan yang tersisa, masih dapat membingkai sisa-sisa ceritaku yang masih dapat kuingat.

 Tak ada kambing hitam atas tersudutnya jiwa ini, semua tanaman akan memberikan buahnya.

 Yang mereka tak akan ketahui, yang tersembunyi di belakang barisan tulang rusuk, yang telah kusesali. Sesal menutupnya terlalu lama hingga rasanya semakin parah. Bukan lagi tak peka kini rasanya sudah mati, aku tak bisa merasakannya lagi bahkan pada ribuan lainya yang berada diluar sana.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga