Sejarah

     Menapaki tiap langkah dalam sejarah, melebar dalam ruang.. memanjang bersama waktu. Setiap detak dan detiknya, setiap langkah dan tingkahnya adalah notasi dari irama sejarah yang kau alunkan, adalah kubus dari rubik yang kau pecahkan.

     Seringkali kutipanya marasuk  tuk merusak, dia bilang jangan sekali-kali melupakan sejarah namun filosofinya jangan selalu meihat spion, lihat lah sekali-kali agar kau tak menabrak.

     Sejarah begitu terasa unik saat nalar tak lagi berlogika, semua hanya terjadi satu kali. Pertemuan yang singkat, tatapan yang dalam, harapan atas mimpi, angan sampai kelangit.. bahkan hilangnya sebuah harap sampai pupusnya sebuah mimpi.

     Dalam fakta indah sang pemimpi pasti pernah sekali merasa ingin terhenti, menikmati setiap celah langit yang menghatar cahaya surya, membunuh waktu yang seolah menatap enggan. Ilham terasa menepi, ia beristirahat dari berbagai rasa ilmiahnya.. opini yang berantonim tak lagi jadi rahasia, segala perbedaan ini tak mustahil menyimpan satu kubus yang selalu terngiang saat malam sebelum lelap. kemanapun kubus itu menghilang, akankah kau hanya diam? Kapanpun kubus itu terasa berbeda, akankah kau memaksakan? akan ada sekali dimana kita menerima kubus itu seolah sejarah indahnya menutupi setiap kekurangan. sekali lagi sejarah tak berhenti, ia terus berganti hari dan kita 'kan meninggalkanya, melanjutkan notasi yang belum mengalun,  memecahkan rubik yang belum sempurna, tapi kubus itu akan selalu ada pada rubik, maka kita dapat memandangnya sekejap dan melanjutkan hidup kembali.

     Kubus itu tak akan dilupakan tapi tidak untuk selalu diperhatikan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kucing yang tersesat

Goresan tinta

Nila & Jingga