Kucing yang tersesat
Beranjak dari tidur lelapku, sejenak matahari terasa tak bersinar tapi ternyata hanya aku yang belum sadar.
Kau melewati batasanmu dan kau tentukan batasanku. Herannya kau selalu menertawakanku tapi tak pernah kau tanggapi saat aku tertawa atasmu. Kau tak bisa ku terka, kau mudah berubah kadang aku merasa menjadi yang paling dekat denganmu dan tak lama aku bagai kucing yang tersesat. Aku tau tujuanku, tapi aku tak tau kemana kakiku harus melaju. Jalan seolah terlalu bercabang untuk kupilih salah satu.
Kau begitu dingin hingga tak terbaca, kau begitu tinggi hingga sulit ku gapai bahkan kau terlalu hangat hingga ku rasa tak pantas dan kau amat pemalu tuk kupuji.
Gerak jemari, laju langkah kaki, tampak gestur berani. Itu semua yang membuatku mangenalmu, namun kau tinggalkan aku saat kau berlalu. Kini kucing kecil yang benar-benar tersesat takkan dapat kembali lagi, ia sudah dibuang.
Bagai kucing yang tersesat, saat aku tak dapat temui jalan, bahkan takkan ada yang mencari langkah kaki kecil ini.
Kau melewati batasanmu dan kau tentukan batasanku. Herannya kau selalu menertawakanku tapi tak pernah kau tanggapi saat aku tertawa atasmu. Kau tak bisa ku terka, kau mudah berubah kadang aku merasa menjadi yang paling dekat denganmu dan tak lama aku bagai kucing yang tersesat. Aku tau tujuanku, tapi aku tak tau kemana kakiku harus melaju. Jalan seolah terlalu bercabang untuk kupilih salah satu.
Kau begitu dingin hingga tak terbaca, kau begitu tinggi hingga sulit ku gapai bahkan kau terlalu hangat hingga ku rasa tak pantas dan kau amat pemalu tuk kupuji.
Gerak jemari, laju langkah kaki, tampak gestur berani. Itu semua yang membuatku mangenalmu, namun kau tinggalkan aku saat kau berlalu. Kini kucing kecil yang benar-benar tersesat takkan dapat kembali lagi, ia sudah dibuang.
Bagai kucing yang tersesat, saat aku tak dapat temui jalan, bahkan takkan ada yang mencari langkah kaki kecil ini.
ehmm... kereeen kesiapa tuh?
BalasHapusYa beginilah pekerjaanku Inti, Profesional Daydreamer. Menghayal cerita bodoh biar lebih indah di cerna. Buat Pembina PMR ajalah, saya baru lengser mhehe
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusnice
BalasHapusKerenn parah
BalasHapusJadi keinget doi lagi
BalasHapusLike it!
BalasHapus