Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Sahabat atau persahabatanya?

Sudah lama sekali sejak percakapan terakhir yang kita lakukan, aku masih mengingatnya dengan sangat jelas, sepulang sekolah saat SMP. Sangat kaku, percakapan yang sangat kaku tapi kau terus berusaha menciptakan tawa. Hari itu memang bukan sebuah kesengajaan kita bertemu. Karena sejak masuk SMP, kita tahu kita sama-sama sibuk dan aku menyesali kesibukanku yang membuat kita semakin menjauh terus sampai hilang, beruntung saja hari itu kita bertemu dan kamu mau meretas semua kecanggungan. Setelah hari itu aku selalu menunggu kamu di depan gerbang sekolah, karena walaupun sekolah kita berbeda tapi jalanmu pulang harus melewati aku. Satu hari terlewat, dua minggu terlewat, tiga bulan terlewat, sampai empat tahun aku menunggu tapi kamu tidak pernah lewat lagi, bahkan kita sudah SMA dan kini kamu diasramakan. Mungkin rumah kita berjarak sangat jauh, ada sebuah selokan komplek perumahan yang membatasinya sekitar 50cm, mungkin kurang. Sampai-sampai aku tidak tahu saat kamu sedang pulang. Perna...