Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Manusia muda

 Manusia muda berjalan setapak demi setapak di permukaan bumi yang bahkan tak nampak tersenyum padanya. Diri di dalam dirinya selalu bimbang, akankah penantian menemukan pertemuan? bisakah proses mencapai hasil? ataukah mungkin kerja keras tidak akan mengecewakan masa depan? Hidupnya dalam batas pendewasaan diri, mencari tujuan hidup yang berarti.  Bertahan di tengah badai, berjalan di bebatuan kasar, berpendirian di banyak persimpangan jalan. Telah ia lalui beribu pasal hidup yang tak jarang terlanggar, hari demi hari ia bersabar dalam ketekunan yang berakhir pada titik tak beraturan, tentang apa yang tertanam dalam benaknya. Berpikir telah hadirnya ketidakadilan dalam satu hari yang dapat mencoret pribadinya, merobek asanya, membunuh jiwanya, mengubur penuh kepercayaan yang ia tanggung di pundak.  Manusia muda sang penjelajah hidup yang awam, dituntut hidup berseri saat dunia memusuhi. Hidup belangsung seperti air, mengalir dan antar molekulnya saling terpencar na...

Kertas kosong

Ku pikir semuanya selesai begitu saja melewati batas waktu yang tak dapat kita kira, menghapus semua bayang kelam, tak terhitung malam berlalu bersamanya.  Sesaat kau tampak bergurau dengan kawanmu, begitu pula aku. Tak tau angin darimana datangnya hingga kita saling bertatapan walau tawa bukan maksudnya. Taukah kau betapa canggungnya sikapku? Kau berlalu bersama angin dan tinggal aku yang masih terpaku.  Yang ku tau cinta itu layaknya kertas kosong, pada mulanya begitu bersih sampai kita memulai tuk menceritakanya, lalu saat ceritanya terasa tak seirama lagi maka kita akan menghapusnya dan menulis cerita baru, tapi kasih.. sebersih apapun cerita itu terhapus, kertas itu tak baru lagi, kau tau tetap akan ada bayang dari kata yang membekas. Ku pikir cinta pun begitu, kita tidak akan bisa melupakan seolah-olah yang pertama tak pernah ada.  Kau tau artinya apa? Cinta tidak akan pernah selamat tinggal saat kau meninggalkanya, ia selalu sampai jumpa.