Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Ruang waktu

 Mengapa kita harus selalu bersama bila rindu terasa syahdu? mengapa kita berusaha saling menyapa bila terdiam lebih terasa mendalam? bukankah diammu dapat berkata-kata, hingga ku dengar setiap syair yang kau pugar.  Selama ini kuberpikir, siapa dirimu? dan aku ini siapa? tapi saat malam datang, kau berikan penjelasan dari setiap ketidakjelasan ini. Ketidakjelasan yang mengatasnamakan kasih sayang, namun begitu semu. Jalan panjang tak berujung ini mungkin hanya belum ku temukan ujungnya, karena apa? karena kau selalu bernegasi atas semua bait yang kau ungkap.  Sebelum semua ini menjemukan untukmu untukku, kutiplah satu bintang beri padaku agar dapat ku kira seberapa pantas kita di pentas panggung skenario tuhan ini.  Benar ku mendamba rindu yang indah, namun saat di mana bahkan kau tak menoleh rindu ini begitu menyiksa. bukankah sudah cukup jarak tuk kita bergerak atau kau masih membutuhkan lebih banyak udara tuk kita bicara? berapa banyak lagi waktu yang kau ...

Saat pelangi muncul

 Kelam dosa seorang manusia, menghampiri dan menjilati, terjadi tanpa di sadari, bertambah bersama hari. Kini jalan menjurus dalam sebuah problema hidup, saat melangkah adalah salah tetapi mundur adalah salah besar dan diam adalah penyesalan.  Mulai merangkak dan merenungkan setiap detiknya. Aku mulai membuka jalan keluarnya, dari pertanyaan yang membawaku dalam kemunafikan. Saat dimana kau berlari dan aku berkata tak peduli, sesungguhnya aku bersembunyi di balik setiap langkah kakimu. Menelusuri setiap jengkal yang tertinggal.  Aku di dalam pertanyaan tak terjawab, dalam bimbang yang kelabu. Banyak perasaan tlah ku korbankan tuk menjelaskan fakta dari cerita yang nyata, bahwa aku selalu ada. Tak percaya dan membuang pandangan, itu kesan yang kau beri, ku tau kekecewaan tak mudah hilang. Hujan begitu deras dalam hatiku terus semakin deras setiap kita dalam detik yang sama.  Terbuangnya perasaan akan kemunafikan, ku rasa darah tlah terbayar darah walau waktu sel...