Curhat buat teman
Di perjalanan singkat, kita dipertemukan waktu. Bukan lagi kisah aku dan kau tapi kita semua. Dua, tiga, empat minggu dan terus berlanjut, semuanya damai mengalir terasa baik-baik saja, semuanya dapat aku terima, dapat kalian terima, dapat kita terima. Tak sekejap kita dalam ruang yang sama sampai canggung memudar. Hingga ku dengar kembali syair sumbang yang lama tak terdengar, ku kira sudah hilang, ternyata hanya tertutup kabut. Apa sulit untuk memahami ucapku? Apa tak cukup fasih aku melontarkanya? Aku menghargai setiap hubungan, bahkan permusuhan sekalipun aku tak akan mendustakanya. Kalian yang membuat "kita" terdengar seperti "teman". Cerita hidup bukan yang jarang lagi, lumrah tuk menjadi gurauan. Awalnya dari curahan hati seperti itu, lalu kemudian kalian mulai mengacuh tak acuhkan ku, lama-lama keberanian kalian berkata cemburu. Itu yang sulit untuk dihargai saat kalian tidak bisa menghargai poin satu. Klise. Semuanya seperti rotasi bumi, berputar...